Berat aktual vs berat volume cargo adalah dua jenis perhitungan berat yang sering digunakan dalam dunia pengiriman barang. Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar biaya pengiriman lebih akurat dan sesuai dengan jenis barang yang dikirim.
Berat aktual vs berat volume cargo merupakan metode perhitungan yang digunakan hampir semua perusahaan ekspedisi untuk menentukan biaya pengiriman barang. Memahami berat aktual vs berat volume cargo akan membantu pelanggan memperkirakan ongkos kirim dengan lebih akurat.
Perbedaan Berat Aktual vs Berat Volume Cargo
Walaupun sama-sama digunakan untuk menentukan biaya pengiriman, berat aktual dan berat volume memiliki fungsi yang berbeda. Berat aktual mengacu pada berat asli barang hasil penimbangan, sedangkan berat volume dihitung berdasarkan ukuran paket. Perusahaan ekspedisi biasanya akan menggunakan nilai yang paling besar di antara keduanya sebagai dasar perhitungan ongkos kirim.
Apa Itu Berat Aktual?
Berat aktual adalah berat asli suatu barang yang diukur menggunakan timbangan. Berat ini dinyatakan dalam satuan kilogram (kg) dan menjadi dasar perhitungan ongkos kirim apabila nilainya lebih besar dibandingkan berat volume. Misalnya, sebuah mesin memiliki berat 25 kg saat ditimbang, maka berat aktualnya adalah 25 kg.
Apa Itu Berat Volume?
Berat volume adalah berat yang dihitung berdasarkan ukuran atau dimensi paket, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Perhitungan ini digunakan untuk barang yang ringan tetapi memakan banyak ruang di kendaraan pengangkut. Apabila berat volume lebih besar daripada berat aktual, maka ongkos kirim biasanya dihitung menggunakan berat volume.
Kapan Ekspedisi Menggunakan Berat Aktual dan Berat Volume ?
Berat aktual dan berat volume dibandingkan mana yang terbesar itu yang digunakan.
Contoh berat suatu barang 50 kilogram tapi volume nya 75 kilogram maka yang digunakan adalah berat volume 75 kilogram.
Cara Menghitung Berat Volume Cargo
Perhitungan berat volume dilakukan berdasarkan dimensi paket. Rumus yang digunakan sebagai berikut :
Berat Volume = (Panjang × Lebar × Tinggi) ÷ 5.000
Cara Menghitung Berat Volume

Misalnya sebuah paket memiliki ukuran:
- Panjang: 100 cm
- Lebar: 50 cm
- Tinggi: 40 cm
Maka perhitungannya adalah:
Berat Volume = (100 × 50 × 40) ÷ 5.000
= 200.000 ÷ 5.000
= 40 kg
Artinya, berat volume paket tersebut adalah 40 kg.
Tips Mengurangi Biaya Kirim dengan Memahami Berat Volume
Memahami perbedaan antara berat aktual dan berat volume dapat membantu Anda menghemat biaya pengiriman. Jika barang memiliki ukuran yang besar tetapi ringan, ongkos kirim biasanya dihitung berdasarkan berat volume. Oleh karena itu, gunakan kemasan yang ukurannya sesuai dengan isi barang dan hindari ruang kosong yang berlebihan. Dengan kemasan yang lebih efisien, berat volume dapat berkurang sehingga biaya pengiriman menjadi lebih hemat.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Berat Volume
Banyak pengirim melakukan kesalahan saat menghitung berat volume. Salah satunya adalah menggunakan ukuran barang tanpa kemasan, padahal yang dihitung oleh ekspedisi adalah ukuran paket setelah dikemas. Kesalahan lainnya adalah salah memasukkan satuan ukuran atau lupa menggunakan rumus yang benar. Pastikan panjang, lebar, dan tinggi diukur dalam sentimeter, kemudian gunakan rumus yang berlaku di jasa ekspedisi yang dipilih.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah semua pengiriman menggunakan berat volume?
Tidak. Berat volume biasanya digunakan untuk barang yang ringan tetapi memakan banyak ruang. Jika berat aktual lebih besar daripada berat volume, maka biaya kirim akan dihitung berdasarkan berat aktual.
Bagaimana cara mengetahui berat yang digunakan?
Pihak ekspedisi akan membandingkan berat aktual dengan berat volume. Berat yang nilainya lebih besar akan digunakan sebagai dasar perhitungan ongkos kirim.
Mengapa biaya kirim barang ringan bisa mahal?
Karena ukuran paket yang terlalu besar menyebabkan berat volume lebih tinggi daripada berat aktual. Oleh sebab itu, ukuran kemasan sangat memengaruhi biaya pengiriman.
Apakah rumus berat volume sama di semua ekspedisi?
Tidak selalu. Beberapa ekspedisi menggunakan pembagi 5.000, sementara layanan tertentu dapat menggunakan pembagi yang berbeda. Sebaiknya cek ketentuan masing-masing ekspedisi sebelum mengirim barang.
Kesimpulan
Memahami perbedaan berat aktual vs berat volume cargo sangat penting agar biaya pengiriman dapat dihitung dengan benar. Dengan mengetahui cara menghitung berat volume serta membandingkannya dengan berat aktual, Anda dapat memperkirakan ongkos kirim lebih akurat dan memilih kemasan yang lebih efisien. Jika masih ragu, Anda dapat berkonsultasi dengan pihak ekspedisi sebelum mengirim barang.
Referensi: Baca juga artikel Perbedaan Berat Aktual dan Berat Volume.
Masih Bingung Menghitung Berat Volume Cargo?
Hubungi Kami Sekarang, Kami Siap Membantu Hitung Volume.
Gratis Penjemputan ✅
Packing Aman ✅
Tarif Kompetitif ✅
Door to Door ✅
Pengiriman Seluruh Indonesia ✅



